Kisah SYAIKH Asy-Sya'rawi

Kisah Nyata Syaikh Asy-Sya’rawi Tentang Seorang Pemuda yang Bekerjasama Dengan Syaitan

Asy-Syaikh Al-Imam Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi lahir pada 12 Rabi’ul Akhir 1328 H/ 15 April 1911 di Daqadus, daerah Mit Ghamir, Negeri Daqaliyyah, Mesir. Nama sebenarnya ialah Muhammad bin Mutawalli Sya’rawi Husaini yang nasab keturunan ayahnya sampai kepada Sayyidina Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma. Beliau dibesarkan di kalangan keluarga petani namun kedua orang tuanya terkenal sebagai orang yang shaleh dan mulia.

Asy-Syaikh al-Imam Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi adalah satu dari sekian ulama dunia yang cukup berpengaruh pada abad ke-20, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun politik internasional, khususnya wilayah Timur Tengah. Tidak berlebihan jika gelar Mujadid Abad ke-20 disandangkan untuk sosok Syaikh Mutawali asy-Sya’rawi.

Pada suatu hari Syaikh Mutawali asy-Sya’rawi bertemu dengan seorang pemuda dari kelompok garis keras, sehingga terjadilah dialog antara diri beliau dengan si pemuda tersebut.
Dalam dialog yang berjalan singkat itu terlihat betapa indah dan mengagumkan kepribadian sosok Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawi yang tercermin dari setiap perkataanya. Kepribadian sebagai seorang muslim yang sesungguhnya yang sangat mencintai dan menghargai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Bagaimanakah jalannya dialog tersebut? Berikut kami tuliskan kutipan dialog yang terjadi antara Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawi dengan pemuda garis keras sebagaimana pernah diceritakan oleh beliau sendiri:

Pernah pada suatu hari, Aku berdialog dengan salah seorang pemuda dari kelompok garis keras (golongan Mutasyaddidin) dan Aku bertanya kepadanya: “Apakah meledakkan tempat-tempat hiburan malam di salah satu negara yang mayoritas penduduknya umat Islam hukumnya halal ataukah haram?”

Pemuda itu pun menjawab kepadaku: “Tentu saja hukumnya halal dan diperbolehkan untuk membunuh mereka”.

Aku bertanya lagi kepadanya: “Jika Engkau membunuh mereka yang sedang bermaksiat kepada Allah, kemana tempat mereka akan kembali?”

Pemuda itu menjawab: “Pastinya ke Neraka”.

Aku bertanya lagi kepadanya: “Kemanakah Syaitan ingin membawa mereka (yang kamu bunuh dengan ledakanmu)?

Pemuda itu menjawab: Pastinya Syaitan berkeinginan membawa mereka masuk ke dalam Neraka

Lantas aku pun berkata kepadanya: “Kalau begitu, Engkau sedang bekerjasama dengan Syaitan dengan satu tujuan yang sama untuk memasukkan dan menjerumuskan manusia ke dalam api Neraka!”.

Aku sebutkan kepadanya satu hadits Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam, yang mana ketika itu lewat dihadapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam jenazah seorang Yahudi sehingga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam bersedih dan menangis. Maka bertanyalah para Sahabat Nabi: “Apa yang menyebabkan dirimu bersedih dan menangis duhai Rasulullah?”.  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam menjawab: “Satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam api Neraka”.

Aku pun berkata kepada pemuda itu: “Coba perhatikan perbedaan yang amat nyata antara dirimu wahai anak muda dengan diri pribadi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam yang berusaha untuk membimbing dan menyampaikan hidayah kepada manusia serta menyelamatkan mereka dari api Neraka, sedangkan dirimu menginginkan mereka masuk ke Neraka.

Engkau berada dalam satu lembah dan Kekasih Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam berada pada lembah yang lain (Engkau berseberangan dengan Nabi Muhammad  Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam)”.

Lalu Umat siapakah Engkau hai pemuda yang sebenarnya? Umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam ataukah umat Syaitan?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam bersabda:

وروى الإمام البخاري رحمه الله في صحيحه أيضًا من حديث أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ غُلَامٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ, فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ, فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ, فَقَالَ لَهُ: أَسْلِمْ, فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ: أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمَ, فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:  seorang pemuda Yahudi menjadi pelayan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia sakit. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya lalu beliau duduk di sisi kepalanya seraya mengatakan kepadanya: “Masukklah kamu ke dalam agama Islam!” Lalu ia memandang kepada bapaknya yang ada disisinya. Maka bapaknya mengatakan: “Taatilah Abu al-Qasim (Yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”, lalu dia pun masuk Islam. Setelah itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar seraya mengatakan: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api Neraka.” (Hadits Riwayat Imam al-Bukhari).

Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua khususnya umat Islam yang saat ini sedang dilanda badai fitnah akhir zaman di mana-mana, tidak terkecuali di Indonesia dan Aceh Khususnya dan terkhusus Lhoksukon dimana kami dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orangtua.

Tetaplah kita berpegah teguh kepada para ulama yang senantiasa menjunjung tinggi risalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Ini kami cantumkan dialog beliau dalam Bahasa Arab, siapa tau perlu untuk latihan Qiraah dan Kalam

قال امام الدعاة فضيلة الشيخ محمد الشعراوي رحمه الله:

كنت أناقش أحد الشباب المتشددين فسألته: هل تفجير ملهى ليلي في إحدى الدول المسلمة حلال أم حرام ؟
فقال لي : طبعا حلال وقتلهم جائز .
فقلت له : لو أنك قتلتهم وهم يعصون الله ما هو مصيرهم ؟
قال : النار طبعاً
فقلت له : الشيطان أين يريد أن يأخذهم ؟
فقال: إلى النّار طبعاً
فقلت له : إذن تشتركون أنتم والشيطان في نفس الهدف وهو إدخال النّاس إلى النار !
وذكرت له حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم لمّا مرّت جنازة يهودي أخذ الرسول صلى الله عليه وسلم يبكي فقالوا : ما يبكيك يا رسول الله؟ قال : نفس أفلتت منّي إلى النار
فقلت : لاحظ الفرق بينكم وبين رسول الله صلى الله عليه وسلم الذى يسعى لهداية الناس وإنقاذهم من النار
أنتم في واد والحبيب محمد صلى الله عليه وسلم في واد.
Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad wa Alihi wa shahbihi wa tabiin ilaihi ya rabb


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KISAH JIN YANG MENDAPAT HIDAYAH ISLAM

Kisah kisah islami inspiratif : "Jatuh hati kepada budak "